INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Agenda Reformasi Belum Tuntas, Aktifis 98 Bentuk PENA Aceh

BPJS Kesehatan: Perlindungan Kesehatan atau Jasa Keuangan Negara?
KantoMaya News, Banda Aceh — Aktifis 98 dari berbagai latar belakang organisasi kembali berkumpul di WTC (Wak Tar Cafe) Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (3/10) untuk membicarakan agenda reformasi yang dianggap belum tuntas. Secara Nasional, PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktifis 98) yang dipimpin oleh Adian Napitupulu ini bersepakat untuk membentuk PENA 98 Aceh.

Dalam konteks Aceh, semangat konsolidasi ini sebenarnya sudah lama dibicarakan secara informal dikalangan penggerak aktifis 98 di Aceh, mengingat betapa pentingnya berkonsolidasi segera membentuk kekuatan baru yang murni dari semangat perjuangan reformasi. Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA, Kautsar M Yus mengatakan pentingnya untuk bersatu walaupun dari latar belakang organisasi yang berbeda. “Dengan adanya PENA 98 ini, harapannya kita dapat meng “guyub” walaupun dulunya kita dari organisasi yang berbeda. Hari ini juga berbeda dengan bentuk yang lain, ada yang dari PA, PD, Nasdem, PDIP, Golkar dan lainnya, dengan PENA 98 ini, dengan segala kelebihan yang kita miliki hari ini, kita bisa memberi sumbangsih terhadap perbaikan negri.” ucapnya dalam kesempatan orasi yang diberikan pada pembentukan Tim Formatur PENA 98 Aceh.

Wakil Ketua DPRA, T Irwan Djohan yang juga diundang untuk hadir dalam pertemuan ini menyatakan hanya sedikit sekali dukungannya untuk pergerakan 98. “Sebenarnya saya merasa tidak pantas dinyatakan sebagai aktifis 98, dengan kontribusi saya yang sangat minim untuk pergerakan. Saya hanya mendukung lewat media radio saya yang saat itu satu-satunya media yang bekerjasama dengan BBC untuk semua pemberitaan tentang kondisi Aceh.” katanya.

Mewakili perempuan Aceh, Suraiya Kamaruzzaman, Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh, ikut menyampaikan harapannya. “Mimpi-mimpi yang dulu belum selesai, disini saatnya kita wujudkan. Harapan saya ini dapat menjadi rumah bagi semua orang untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang dulu kita perjuangkan.”

Dari pertemuan ini, ditetapkan sembilan orang tim formatur untuk pembentukan PENA 98 Aceh yang terdiri dari, Kautsar (SMUR), Islamuddin (KARMA), Radhi Darmansyah (FARMIDIA), Khairani Arifin (RPUK), Nasrul Sufi (KAMPI), Yuli Rais (WAKAMPAS), Tarmizi (SMUR), T Banta (KARMA) dan Suraiya Kamaruzzaman. Nantinya tim ini akan membentuk pengurus PENA 98 Aceh yang akan bekerja mewujudkan mimpi-mimpi yang tertunda selama tujuh belas tahun.

Sumber : HARIANACEH.co.id (ftryshanie)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...