INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Uni Eropa: Dunia Hadapi Krisis Pengungsi Terburuk sejak Perang Dunia II

Uni Eropa: Dunia Hadapi Krisis Pengungsi Terburuk sejak Perang Dunia II

KantoMaya News, BRUSSELS - Uni Eropa, Jumat (14/8/2015), mengatakan Yunani akan mendapatkan bantuan dana darurat untuk mengatasi gelombang imigran yang memasuki Eropa di saat dunia menghadapi krisis pengungsi terburuk setelah Perang Dunia II.

"Hari ini, dunia menghadapi krisis pengungsi terburuk sejak berakhirnya Perang Dunia II," ata Komisioner Migrasi Uni Eropa, Dimitris Avramopoulos dalam sebuah jumpa pers.

Dimitris, yang baru saja mengunjungi Athena, mengatakan Eropa sebagai satu kesatuan saat ini berjuang menghadapi gelombang kedatangan migran dan kondisi di Yunani sangat kritis karena hampir 50.000 pengungsi baru tiba bulan lalu.

"Apa yang harus kita dan Komisi Eropa lakukan adalah mengorganisasi sitem untuk menghadap masalah ini dengan cara Eropa yang beradab dan terhormat," tambah Dimitris.

Badan urusan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan jumlah pengungsi yang meninggalkan kampung halamannya akibat perang dan krisis sudah melampui angka 50 juta orang untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Dia menambahkan, Yunani akan segera mendapatkan bantuan dana awal sebesar 30 juta euro dari 2,4 miliar euro untuk menghadapi gelombang pengungsi hingga 2020.

Uni Eropa berharap, uang sebesar 474 juta euro yang akan diperoleh Yunani dalam enam tahun, bisa digunakan untuk membangun pusat-pusat penampungan dan integrasi migran.

Dana itu juga dapat digunakan untuk membantu negara anggota Uni Eropa melakukan pemantauan lebih baik di perbatasan dan mempercepat program pendeportasian pengungsi yang ditolak masuk.

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini sebanyak 124.000 orang pengungsi memasuki sejumlah pulau Yunani dalam upaya masuk ke wilayah Eropa. Angka ini melonjak hingga 750 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014.

Sumber : Kompas.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...