INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Polisi Periksa 7 Pendemo

Polisi Periksa 7 Pendemo

KantoMaya News, BANDA ACEH - Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Aceh (FMA), Kamis (13/8) sekira pukul 15.50 WIB melancarkan aksi di dua tempat, Kantor Gubernur dan Pendapa Aceh. Mereka menuntut realisasi janji Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir) dalam rangka sepuluh tahun perdamaian Aceh. Tapi demo itu sempat ricuh, sehingga tujuh pendemo diperiksa polisi.

Diamankannya ketujuh pendemo itu, lebih karena aksi mereka melewati jam mimbar bebas, yakni pukul 18.00 WIB. Akibatnya, ketujuh pendemo itu diamankan polisi dari Polresta Banda Aceh untuk diinterogasi pada pukul 19.30 WIB tadi malam.

Sebelumnya, sekira pukul 15.50 WIB para mahasiswa yang melancarakan aksi di Kantor Gubernur Aceh sempat ricuh dengan polisi saat berusaha menerobos ke ruang kerja Gubernur Aceh. Mereka nekat naik ke lantai dua Kantor Gubernur Aceh, tempat Zaini Abdullah berkantor, dengan cara memanjat tiang perancah yang berada di lobi kantor itu. Perancah tersebut ada di situ karena digunakan pekerja untuk mengecat dinding bagian dalam Kantor Gubernur Aceh.

Maksud para pengunjuk rasa naik ke lantai dua adalah untuk bertemu langsung dengan Gubernur atau Wakil Gubernur Aceh. Namun, kedua petinggi itu dilaporkan sedang tidak berada di ruang kerjanya.

Saat mahasiswa berhasil mencapai lantai dua, puluhan polisi pun bergerak ke lantai tersebut untuk menghalau para demonstran. Para mahasiswa akhirnya turun ke teras depan, lalu duduk di halaman Kantor Gubernur Aceh.

Tak berhasil menjumpai gubernur dan wakil di kantornya, mahasiswa pun bertolak menuju Pendapa Gubernur sekitar pukul 17.15 WIB dengan harapan bisa menjumpai gubernur di sana.

Sekitar pukul 17.30 WIB, para mahasiswa yang berujuk rasa itu tiba di pendapa. Mereka berasal dari sejumlah daerah yang datang ke Banda Aceh dengan menggunakan bus.

Sesampai di pendapa mereka langsung mengusung spanduk bertuliskan “Aceh Terus Kelaparan jika Pemimpin Tipu Uang Rakyat”. Dengan menggunakan dua pengeras suara, para mahasiswa mulai melancarkan aksi dan meminta Gubernur Aceh ke luar untuk menemui mereka.

Kericuhan tak terelakkan ketika mahasiswa menggoyang pintu utama pendapa, sehingga belasan polisi yang sedari tadi berjaga-jaga, langsung bereaksi.

Namun, mahasiswa seperti tak menggubris kehadiran polisi. Mereka justru semakin memaksakan diri untuk masuk ke dalam pendapa. “Kami tidak ada urusan dengan polisi, kami di sini hadir untuk bertemu dengan ayah kami, orang tua kami. Kenapa kalian melarangnya, kami tidak takut sama kalian. Kami anak-anak yang lahir di masa konflik, jadi kami tidak pernah takut,” ujar salah satu pendemo saat dihadang oleh polisi.

Tapi polisi terus meminta mahasiswa membubarkan diri lantaran sudah melewati jam mimbar bebas, yakni pukul 18.00 WIB. Menjelang magrib, mahasiswa kemudian membubarkan diri untuk melaksanakan shalat. Namun, seusai shalat puluhan mahasiswa kembali lagi ke pendapa untuk melakukan aksi serupa dengan harapan bisa menjumpai Gubernur Zaini Abdullah.

Pada saat itulah, menjelang isya, tujuh pendemo diamankan polisi dan dibawa ke Mapolresta Banda Aceh untuk dimintai keterangan.

“Tujuh mahasiswa terpaksa kita amankan karena aksi mereka sudah lewat jam yang telah ditentukan (malam hari). Setiap aksi demo itu batasnya sampai pukul 6 sore, tapi mereka sudah melewati batas dan juga anarkis. Saat kita minta mereka bubar, tapi tidak mau, makanya tujuh mahasiswa itu kita amankan,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SstMK melalui Kasat Intel Kompol Apriadi kepada Serambi, Kamis (13/8).

Apriadi kemudian menjelaskan, ketujuh mahasiswa yang diamankan itu semata-mata hanya untuk dimintai keterangan lantaran aksi yang mereka lakukan sudah menyalahi aturan, melewati jam mimbar bebas.

Pemeriksaan juga diarahkan untuk mengungkap apakah ada orang yang mendalangi aksi tersebut. Saat dihubungi sekira pukul 23.00 WIB tadi malam, Apriadi menyatakan ketujuh mahasiswa yang tadinya diperiksa itu sudah dilepaskan dan dijemput oleh rekan-rekannya. “Tadi kita interogasi sedikit dan sudah kita buat surat pernyataan bahwa aksi mereka tidak boleh lewat dari jam yang telah ditentukan,” demikian Kasat Intel Polresta Banda Aceh, Kompol Apriadi.

Sumber : aceh.tribunnews.com






Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...