INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

“Aceh Negeri yang Sangat Baik, tapi Kami Harus Pulang"

“Aceh Negeri yang Sangat Baik, tapi Kami Harus Pulang"

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Suasana bekas kantor Imigrasi di Desa Punteut, Lhokseumawe terlihat lengang. Lima aparat gabungan TNI/Polri duduk santai di sisi kiri gedung. Sejumlah warga Rohingnya asal Bangladesh duduk santai di teras gedung. Sebagian lagi berbaring di dalam gedung.

Kini, mereka hanya 65 orang dari 332 asal Bangladesh yang terdampar di Perairan Seunuddon, Aceh Utara dua bulan lalu. Sebagian besar mereka telah dideportasi. Dari 65 warga Bangladesh itu, hanya Janggir yang fasih berbahasa Inggris. Dialah yang kemudian dijadikan juru bicara oleh teman-temannya.

“Kami beruntung mendarat di Aceh. Padahal, kami tidak tahu ini Aceh. Aceh dan masyarakatnya sangat mengasihi kami, kami kan kenang itu sampai kapan pun,” ujar Janggir dalam bahasa Inggris.

Sejurus kemudian, dia mengajak teman-temannya berdiskusi. Janggir bercerita bagaimana rakyat Aceh memberikan bantuan makanan, medis, sampai bantuan pangkas rambut untuk mereka.

Bahkan, saban hari masyarakat Aceh ramai berkunjung. Setiap kunjungan ada saja makanan ringan seperti pisang goreng yang diberikan untuk mereka. “Aceh negeri yang sangat baik. Kami mencintai Aceh, tapi kami harus pulang ke Bangladesh. Di sana negeri kami,” sebutnya.

Teman-teman Janggir lalu berkumpul. Mereka bercerita masing-masing bagaimana sikapnya terhadap rakyat Aceh. Muhammad Jagir Alam menyebutkan dia sangat ingin menetap di Aceh. “Namun saudara saya ada di Bangladesh. Saya pikir, saya harus kembali ke keluarga. Namun, tolong tulis, Indonesia dan Aceh sangat luar biasa memperlakukan kami dengan baik,” ujarnya.

Ketika hendak meninggalkan lokasi penampungan sementara itu, sekitar tujuh warga Bangladesh itu merapat ke mobil saya. “Tolong tulis, kami di sini ada 65 orang, dan tulis juga kami semua ingin kembali ke Bangladesh. Melihat kampung halaman dan pasti merindukan Aceh,” ujar dia.

Sebegitu penting pesan itu hingga mereka kembali menegaskan bahwa Aceh dan Indonesia memperlakukan mereka sangat baik.

Kepala Imigrasi Lhokseumawe, M Akmal menyebutkan sisa warga Bangladesh akan dideportasi dalam waktu dekat ini. “Ini hanya menunggu waktu dan kelengkapan dokumen saja. Mungkin akhir Agustus ini semua mereka sudah kita deportasi,” kata dia.

Sumber : Kompas.com

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...