INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Utang Ribuan Triliunan, Jokowi: Itu Masih Kecil dan Sehat

Utang Ribuan Triliunan, Jokowi: Itu Masih Kecil dan Sehat

KantoMaya News, JAKARTA - Tidak sedikit, beberapa pihak mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami seperti Yunani yang mengalami gagal bayar utang yang jatuh tempo sebesar USD1,54 miliar atau Rp22 triliun kepada International Monetary Fund (IMF). Indonesia memang saat ini memiliki utang yang mencapai ribuan triliun.

Namun, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) rasio utang Indonesia masih sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan Gross Domestic Product (GDP). Tercatat, hingga Mei 2015 jumlah utang Indonesia mencapai Rp2.843,25 triliun, sehingga rasio utang Indonesia sekira 25 persen terhadap GDP.

"Lalu utang kita. Ini masih kecil sekali Dept Equity Ratio (DER) kita berapa sih? 50-an. Lalu utang terhdap GDP itu 25 persen. Masih kecil sekali," tegas Jokowi di JCC, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Jokowi menegaskan, bahkan dengan negara-negara lain, rasio utang Indonesia terhadap GDP masih sangat kecil. Dirinya pun menjamin, saat ini posisi utang Indonesia lebih sehat.

"Saya lihat kmrn di data antara negara-negara lain, kita ratio utang terhadap GPD ratio bagus, masih di bawah 25 persen, masih kecil. Artinya lebih sehat," sebutnya.

Menurut Jokowi, pemerintah tidak mempersalahkan jika melakukan utang. Namun utang tersebut harus dikelola dengan baik dan jangan menghabiskan untuk konsumtif.

"Kalau lihat itu, buat saya, berdayakan utang jangan sampai masuk ke sektor yang tidak kendalikan produktif. Jangan sampai kita pinjam, kita pakai untuk subsidi BBM, kita pinjam untuk konsumtif. Itu enggak bisa. Makanya sama seperti perusahan, masa pinjam bank lalu pakai untuk beli makan atau beli mobil. Enggak betul. Yang benar saja. Maka harus masuk ke sektor produktif, industri dan lain-lain," tukasnya.

Sumber : Okezone.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...