INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Proyek Masjid Raya Baiturrahman, Prestasi Zikir?

Proyek Masjid Raya Baiturrahman, Prestasi Zikir?


KEMARIN proyek perluasan masjid raya mulai dikerjakan. Proyek bernilai lebih 1 triliun akan mengubah lanskap Masjid Baiturrahman. Proyek ini sudah digadang-gadangkan sejak awal pemerintah ini. Tahun lalu bahkan sempat menjadi polemik di publik. Ini terkait hilangnya anggaran. Kabarnya anggaran itu dipindah ke lapangan golf Lhoknga. Namun kemudian dibantah oleh pemerintah Aceh.

Tahun ini proyek mercusuar ini terlaksana juga. Ini menjadi terbesar kedua dalam tahun ini untuk masjid kebanggaan Aceh ini. Ramadan lalu masjid raya diperebutkan oleh dua kubu. Antara kaum tradisional dan kelompok modernis. Dan kaum modernis harus angkat kaki dari mengurusi masjid ini.

Kemarin berita gembira,bahwa perluasan masjid raya tidak terhenti karena kasus di atas. Masjid Baiturahman telah menjadi simbol Aceh sejak lama. Sehingga pembangunan dan pengembangan ini amat menggembirakan. Bila sukses ini akan menjadi prestasi bagi rezim ini. Sebagai daerah syariat Islam proyek ini akan mempertegas identitas syariat di negeri ini.

Semoga saja apa yang disampaikan gubernur tentang target penyelesaian tercapai. Dan di akhir masa jabatan Zikir akan ditutup dengan peresmian proyek ini. Tapi apakah masa dua tahun ini proyek ini selesai?

Dengan anggaran mencapai 1,4 triliun apakah bisa disedia APBA. Dan dengan pola anggaran saat ini apa mungkin pelaksanaan pekerjaan sebesar ini. Apakah program ini dengan menyerap anggaran sebesar itu tidak mengganggu kebutuhan lain. Kita berharap pemerintah Aceh melakukan penghematan. Artinya untuk mencukupkan anggaran kesini proyek lain yang tidak terlalu penting dihentikan. Sebab hari ini seantero Aceh bertebar proyek gagal fungsi. Selanjutnya kita berharap pembangunan rumah Allah ini tidak menjadi ladang korupsi. Sebab sudah menjadi rahasia umum bila proyek pemerintah terindikasi berbalut korupsi. Maka tidak ada manusia yang lebih bejat bila proyek inipun dikutipi fee. Bila dalam penentu pemenang tender berbau KKN.

Kita berharap para pihak yang terlibat menjadikan pembangunan ini murmi ibadah. Murni demi mengagungkan Islam. Kita tidak mau mendengar cerita miring dalam pembangunan ini. Jangan terulang kisah perebutan pengurus masjid raya kemarin yang diasumsi macam macam. Karena menjadi pemerintah Aceh menjamin pembangunan ini bersih dari anasir jahat dan kotor. Sampai saat ini rejim Zikir belum punya prestasi apapun yang layak dibanggakan. Belum mampu memenuhi janji politiknya.Belum mampu memberi kepuasan bagi pemilihnya.

Selama ini pemerintah Aceh sibuk membuat intrik. Sibuk “let boh puuk.” Anggaran besar lage”taplee sira u laot“. Maka bila perluasan mesjid raya selesai dan sukses, maka akan sedikit mengobati kegagalan di sektor lain. Namun perlu diingat bahwa sektor lain juga tidak boleh diabaikan. Visi bisnis dalam perluasan masjid raya jelas terbaca dalam perencanaannya.

Maka seharusnya visi inilah menjadi acuan dalam mengelola anggaran. Anggaran harus membuat terjadinya multiplayer efek yang luas. Artinya pemerintah Aceh harus sadar,selama tiga tahun ini belum mampu meningkat taraf hidup masyarakat. Kenapa? Disebabkan visi bisnis dalam pola anggaran tidak di terapkan. Misalnya anggaran dialokasikan ke sektor produksi. Artinya anggaran dibawa menjadi menghasilkan benefit. Misalnya bermitra dengan swasta untuk membangun bisnis. Misalnya membangun pabrik pengolah bahan baku. Untuk menghasilkan barang jadi atau setengah jadi. Atau untuk periwisata Sabang misalnya. Investasi apa yang menunjang pariwisata tapi juga menghasilkan lapangan kerja berkesinambungan dan keuntungan finansial. Intinya pembangunan masjid raya akan membuat bahagia rakyat kalau mereka juga”meupat breuh bu.”

Bila tidak tentu akan menimbulkan masalah baru. Jangan sampai masjid ini menjadi fatamorgana. Yaitu bayang bayang kemakmuran dalam symbol tapi perut rakyat kosong. Selama ini jelas sekali rakyat gagal diberdayakan oleh anggaran trilyunan. Pemerintah gagal menjadi stimulus bagi berkembangnya pencaharian rakyat.

Kita tidak mau menjadikan rumah ibadah ini sebagai proyek mercusuar untuk menutupi kemiskinan dan kelaparan. Kita ingin proyek menjadi proyek mercusuar bagi penunjuk arah yang terang benderang bagi Aceh. Bahwa masjid raya menjadi suar sebagai bukti makmurnya Aceh. Bukti bahwa menterengnya mesjid ini sebagai terjemahan dari keadaan Aceh sebenarnya. Bukan mercusuar untuk mengarahkan arah orang lain agar mereka tidak melihat kemiskinan kita.

Masjid ini harus menjadi bukti wujud ketaatan segenap pemimpin dan rakyat. Bukan alat untuk sekedar menyihir rakyat dengan kebanggaannya tapi dengan mengikat perut mereka. Kita tidak mau memilih gaya Soekarno di masa orde lama. Membangun proyek mercusuar di atas penderitaan rakyat. Membangun lanmark dengan membiarkan rakyat mati kelaparan.

Kita ingin Masjid Raya Baiturahman seperti Mahathir Muhammad membangun menara Petronas atau pusat ibukota putrajaya. Yaitu dengan mensejahterakan rakyat dulu sebelum proyek kebanggaan ditancapkan. Semoga sisa kurang dua tahun pemerintah Zikir melakukannya. Masjid raya selesai bersamaan dengan pesta kemakmuran rakyat Aceh. Agar Zikir dikenang sebagai pahlawan bagi Islam dan Aceh. Amin

Sumber : Portalsatu.com

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...