INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

10 Langkah Awal Memulai Startup Digital

10 Langkah Awal Memulai Startup Digital

KantoMaya News - Ketika startup atau perusahaan rintisan digtal yang kamu buat sudah sukses, tentu kamu bisa lebih mudah mengajak orang-orang dengan skill tertentu untuk bergabung. Masalahnya, langkah pertamamu tidak akan semulus itu.

Masa-masa awal membangun startup, bisnis online kecil atau sekadar merintis karir sebagai pekerja lepas adalah suatu tantangan tersediri. Pada tahap ini bisa saja kamu melakukannya sendirian atau hanya berdua dengan teman.

Memang tak ada jalan pintas agar startup yang kamu buat segera berhasil. Namun berikut ini ada sejumlah saran untuk membantumu memulai dan menjalani usaha tersebut, seperti yang dikutip Nextren dari The Next Web, Senin (8/6/2015).

1. Kenali dirimu
Sebelum memulai sebuah startup atau usaha, kamu mesti lebih memahami dirimu sendiri. Kenali hal yang menjadi kekuatan dan kelemahanmu, kenali pekerjaan yang dapat kamu lakukan dengan baik dan mana yang mesti kamu hindari.

Seiring kamu mulai menjalankan usaha, maka akan lebih banyak waktu yang dihabiskan sendirian dan banyak halangan justru muncul dari pemikiran pribadi.

Pengetahuan mengenai diri sendiri akan banyak berguna untuk mengatasi halangan tersebut, terutama dalam melawan dorongan untuk berhenti berusaha.

2. Pertajam insting
Banyak bos-bos besar yang bicara mengenai insting saat mereka sedang mempertimbangkan keputusan tertentu. Ada juga orang-orang yang mengambil keputusan secara impulsif lalu mengacaukan banyak hal.

Kamu mesti memperlajari perbedaan kedua hal ini, pikirkan dengan baik sebelum melakukan apapun. Gunakan insting sebagai panduan dalam memutuskan sesuatu, tapi jangan pernah menjadikannya dasar keputusan utama.

3. Tulis tujuanmu
Ambil pena atau pinsil dan kertas, lalu tuliskan keinginan pribadi kamu di sana. Cara seperti ini membuat keinginan itu tercatat permanen dalam pikiran. Selain itu, bisa membantu kamu menyusun definisi spesifik mengenai usaha yang kamu dirikan.

Jangan lupa untuk menyimpan kertas ini di tempat yang mudah dilihat. Ingat! Tulis menggunakan pena, jangan mengetiknya!

4. Lakukan riset
Apapun yang kamu lakukan, pastikan selalu melakukan riset sebelum mengambil keputusan. Kamu harus selalu memiliki bukti pendukung keputusan, jangan hanya mengandalkan insting atau opini pribadi.

Misalnya, sebelum menentukan media sosial yang akan dipakai, telitilah dulu komposisi serta potensi penggunanya bagi brand milikmu.

5. Pelajari tabu
Setiap industri punya tabu tersendiri yang tidak disebutkan secara gamblang. Tugasmu saat mengawali usaha adalah menyadari topik, bahasa hingga percakapan tabu apa saja yang sebaiknya ditinggalkan.

Contoh sederhananya, jika target brand kamu adalah vegetarian, jangan sekali-kali mengunggah sesuatu terkait daging.

6. Cobalah hal baru
Bersikap terbuka pada kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru. Jika sempat, lakukan riset terkait hal baru itu.

Seandainya produk yang kamu buat belum pernah ada di pasar, maka lakukan uji coba agar bisa mengetahui tingkat efektivitasnya bagimu.

7. Orisinal
Banyak orang berusaha memiliki produk yang orisinal. Jadilah orisinal karena kamu bisa memikirkan sesuatu yang unik dan berguna untuk pelangganmu. Jangan sekadar melakukan tindakan acak demi disebut unik.

8. Atur strategi
Buatlah perencanaan yang sesuai dengan tujuan utamamu. Atur strategi dalam bentuk rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Tuliskan hal-hal yang ingin kamu dapatkan dalam sebulan, setahun, lima tahun, dan sepuluh tahun mendatang. Catat juga bagaimana caramu untuk mencapainya.

9. Bergerak dinamis
Sekarang bisa saja kamu sudah membuat strategi dan rencana bisnis dengan detil sampai ke tahun-tahun mendatang. Tapi jangan malah kaku dan mengikuti rencana tertulis itu tanpa pertimbangan baru.

Seiring tahun berjalan akan ada teknologi baru, keinginan pasar berubah, konsumen berubah. Maka bersikaplah dinamis. Jalankan strategi awalmu dengan kesiapan untuk mengubahnya sewaktu-waktu diperlukan.

10. Lacak tindakanmu
Kamu perlu mencatat apa saja yang sudah dilakukan untuk membangun bisnis. Catat segala hal tentang aktivitas di media sosial, e-mail, jumlah download aplikasi, dan lainnya.

Dengan cara ini kamu akan paham tindakan apa saja yang berhasil, apa yang harus diubah dan apa yang harus ditinggalkan.

Sumber : Nextren.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...