INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Presiden Jokowi undang Wali Kota Sabang ke Jakarta

"Saya akan undang pak wali ke Istana untuk bisa khusus membahas masalah Sabang."

Sabang, KantoMaya News - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam ke Jakarta untuk membahas pengembangan potensi ekonomi daerah itu khususnya pelabuhan dan pariwisata.

"Saya akan undang pak wali ke Istana untuk bisa khusus membahas masalah Sabang," kata Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Kota Sabang, Selasa. 

Presiden menyebutkan pengembangan kawasan Sabang pernah sempat dimulai namun terhenti.

"Ini dulu memang sempat dimulai, tapi berhenti lagi dan baru dibuka lagi dengan UU yang baru tapi belum diproses. Oleh sebab itu kita ingin memproses itu secepat-cepatnya," katanya.

Ia menyebutkan dalam kunjungan ke Sabang, dirinya sudah meminta data dari Wali Kota Sabang dan sudah disampaikan beberapa kekurangan dalam pengembangan kawasan itu.

"Kalau menyangkut regulasi akan kita perhatikan. Kalau tidak ada artinya tinggal mendorong sebanyak-banyaknya investasi masuk ke sini," katanya.

Menurut dia, investasi itu terutama untuk pengembangan pelabuhan besar yang menjadi hub ke negara-negara lain dan untuk kota-kota di Tanah Air sendiri," katanya.

"Itu baru kita identifikasi, tadi saya sudah perintahkan Pak Menko Kemaritiman untuk identifikasi, tahun ini akan dimulai," katanya.

Ia menyebutkan dengan kedalaman 25 meter maka Pelabuhan Sabang layak untuk dikembangkan menjadi pelabuhan besar.

Sementara mengenai pariwisata, Presiden mengatakan perlu penajaman program dalam pengembangan sektor itu. 

"Itu juga saya tanyakan ke pak wali, ini harus segera diputuskan mana yang pariwisata, mana yang untuk pelabuhan besarnya, sehingga arah dan fokusnya jelas," kata Presiden.

Sementara itu terkait pelabuhan, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan pada tahun 1970-1980 Pelabuhan Sabang merupakan pelabuhan bebas dan kapal-kapal besar bersandar di situ.

"Pada tahun 1985 pemerintah mencabut status sebagai pelabuhan bebas, kemudian pascareformasi pada tahun 2000 dikembalikan ke pelabuhan bebas dan tahun 2010 diserahkan pengelolaannya kepada Dewan Kawasan Sabang," katanya.

Ia menyebutkan dirinya sebagai Gubernur Aceh juga mengetuai Dewan Kawasan Sabang itu. 

Sumber : antaranews.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...