INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Perpustakaan Konsep Rusli Bintang di Universitas Malahayati

perpustakaan, nasional, pendidikan, rusli, bintang

TERLETAK di sebelah kanan perpustakaan Universitas Malahayati, Lampung, ada ruang yang lebar dan bersekat-sekat dengan berbagai fasilitas. Didominasi warna abu-abu, tempat ini disebut ruang baca. Berbagai fasilitas untuk kenyamanan membaca ada di sini. Di sini juga tempatnya perpustakaan digital.

Wakil Kepala Perpustakaan Induk Universitas Malahayati Lampung, Nowo Hadi Yanto S.Sos, menjelaskan, ruang baca itu bentuknya mirip dengan ruang baca di sebuah universitas ternama di Rotterdam, Belanda.

“Ketika itu Pak Rusli (Rusli Bintang, pendiri Universitas Malahayati) berkunjung ke universitas itu, pulang dari sana ia mengubah konsep perpustakaan seperti sekarang ini.  Ada yang modern seperti di Belanda, juga menanamkan konsep kearifan lokal Indonesia dengan rumah-rumah adat dari 33 Provinsi,” kata Nowo. “Pak Rusli mengubah konsep perpustakaan menjadi seperti ini sejak dua tahun lalu.”

Itulah sebabnya, kata Nowo Hadi, konsep perpustakaan di Universitas Malahayati menjadi unik. “Bahkan ada juga yang memanfaatkan perpustakaan ini menjadi tempat wisata, warga sekitar kampus sering datang ke sini. Selain membaca  mereka juga berfoto-foto,” katanya.
Selain itu, perpustakaan ini rajin dikunjungi pelajar-pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Mulai dari sekolah dasar hingga mahasiswa dari perguruan tinggi lain. “Mereka bisa mempelajari budaya-budaya yang ada di Indonesia melalui bentuk rumah-rumah adat yang di sini,” katanya.

Adapun para mahasiswa di Universitas Malahayati, kata Nowo Hadi, setiap datang ke perpustakaan biasanya menempati rumah adat di kampungnya. “Mereka menyebutkan ini rumah kami. Jadi masing-masing nyaman belajar berasa di kampung halamannya sendiri,” katanya.

Menurut Nowo Hadi, perpustakaan Universitas Malahayati ini selalu meng-update koleksi bukunya. Hingga sekarang total koleksi ada 24 ribu koleksi buku. “Di antaranya ada yang merujuk ke Universtas Hardvard, Amerika, dan beberapa perguruan tinggi lainnya yang kita yakin cukup layak buat referensi mahasiswa,” katanya. “Manajemen perpustakaan juga kita menggunakan standar nasional.” 

Sumber : Atjehpost.co
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...