INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Apple Bisa Dibeli Seharga Rp 9.000 Triliun

apple, teknologi, e-bussines

KantoMaya News - Valuasi nilai saham Apple dilansir mencapai 710 miliar dollar AS atau sekira Rp 9.016 triliun. Angka ini sekaligus mengantar Apple sebagai perusahaan pertama yang menutup perdagangan saham dengan nilai di atas 700 miliar dollar AS.

Valuasi di sini bisa diartikan jika sebuah perusahaan ingin membeli perusahaan Apple-jika dijual-dapat dengan menyediakan dana sembilan ribu triliun rupiah.

Valuasi fantastis Apple ini membuatnya melonjak dua tingkat di atas kompetitornya, Microsoft dan Google. Pencapaian ini patut dibanggakan CEO Apple, Tim Cook. Pasalnya, ia mampu membuktikan kejayaan Apple walau ditinggal Steve Jobs.

Salah satu taktik Cook adalah menggiring Apple ke pasar Tiongkok yang memiliki jumlah penduduk terbanyak. Dogma tentang pasar Tiongkok yang sensitif dengan harga mahal tak dipedulikan Cook. 

"Itu omong kosong dan salah besar," kata Cook, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journals dan dikutip KompasTekno, Rabu (11/2/2015).

Nyatanya, kata Cook, pertumbuhan pasar Apple di negeri naga terus menanjak. Ia mengakui sempat mendapat tekanan untuk menjual smartphone murah di sana. Namun pilihan itu ditolak mentah-mentah. Hasilnya, pada kuartal IV 2014, penjualan iPhone di Tiongkok dilaporkan paling banyak, mengalahkan vendor smartphone lain.

Cook menilai, penerimaan yang baik dari pasar Tiongkok juga disokong peningkatan ekonomi di negara tirai bambu itu. Tak tanggung-tanggung, penjualan iPhone di sana meningkat 70 persen pada tiga bulan terakhir tahun 2014. 

Akhir tahun lalu bisa dibilang tahun emas bagi Apple. Perlu diketahui, Apple dilaporan meraup keuntungan hingga 18 miliar dollar AS atau setara Rp 921 triliun rupiah pada kuartal IV 2014. Untuk ini, Apple mendapat rekor sebagai perusahaan dengan keuntungan per kuartal tertinggi sepanjang sejarah.

Sumber : KOMPAS.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...