INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Setelah Babak Belur, Tiga Terduga Pembunuh Bripka Faisal Dibebaskan

KantoMaya News, Lhoksukon - Tiga dari enam terduga pembunuh Bripka Anumerta Faisal, yang ditemukan meninggal dunia di Pantai Bantayan, beberapa hari lalu, kini dibebaskan oleh polisi. Aparat hukum mengatakan mereka tidak terbukti terlibat.

Kepada sejumlah awak media, Kapolres Ian Rizkian, Kamis (30/8/2018) mengatakan pihaknya membebaskan tiga orang masing-masing Syahrul, Faisal dan Bahagia, ketiganya warga Gampong Meunasah Asan, Madat, Aceh Timur, dan dijemput oleh keluarga masing-masing.

Menurut informasi yang beredar, ihwal dugaan keterlibatan ketiganya dalam komplotan Setan Botak Peureulak, bermula karena mengantarkan tiga orang terduga pelaku dengan sepeda motor masing-masing Zulkifli bin Usman (tewas), Muhammad Arief Munandar (18) dan Samsul (tewas) ke Panton Labu dengan upah 150.000 rupiah per orang.Ketiganya adalah petani yang juga nyambi sebagai tukang ojek.

Salah seorang sumber menyebutkan, di tengah perjalanan, ketiga warga Madat itu ditangkap oleh polisi yang sedang mengejar pelaku. Mereka ditangkap polisi di perbatasan Simpang Matang Kupula II dan Kupula III, Aceh Timur. Keenamnya langsung digangkut ke Mapolres Aceh Utara.

Sumber tersebut juga mengatakan, tidak hanya ditangkap, ketiganya juga babak belur dihajar, terutama Bahagia.

Dikutip dari BeritaKini, Ketua Aceh Feature, yang juga warga Gampong Meunasah Asan, mengaku bisa memahami tindakan kepolisian. Pun demikian pihaknya meminta agar polisi memperhatikan biaya yang timbul akibat penangkapan itu.

“Mereka hanya meminta agar polisi memperhatikan biaya yang timbul akibat sikap tegas tersebut, terutama terhadap Bahagia, yang mengalami luka cukup parah,” kata Razali.

ACEHTREND.COM
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...