INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Imam Desa di Aceh Utara Tewas Dibunuh di Kebun Miliknya

KantoMaya News, Lhoksumawe - Imam Desa Teupin Reusep, Aceh Utara, Aceh, M. Amin (73) ditemukan tewas di area kebun miliknya di desa setempat. Saat ditemukan, kepala korban luka akibat hantaman benda tumpul.

"Korban ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah. Jasad korban pun pertama kali ditemukan oleh istrinya," kata Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu kepada detikcom, Jumat (27/7/2018).

Dia menjelaskan tewasnya korban berawal dirinya hendak pulang dari kebunnya pada Kamis siang kemarin, sementara istri bersama seorang sepupunya tetap berada di kebun.

"Menjelang sore hari, istri korban dan sepupunya pulang. Tiba-tiba di perjalanan mereka mendapati korban sudah tergeletak dengan kondisi bersimbah darah," tambah Budi.

Saat mereka (istri dan sepupunya) melihat korban, kondisinya masih bernyawa namun beberapa saat kemudian korbanpun tewas. Istrinya yang panik, kemudian memberitahukan kepada warga lain untuk meminta pertolongan.

Setelah mendapat laporan resmi dari anak korban, satuan reserse Polres Lhokseumwe dibantu oleh Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh melakukan pengejaran terhadap pelakunya. Dalam kurun waktu 1x24 jam, petugas pun berhasil menangkap pelaku berinisial RS (40), warga Simpang Keramat, Aceh Utara di kawasan Pasar Geudong, Samudera.

Pada saat penangkapan, pelaku melawan petugas dan ingin merebut senjata api sehingga tersangka dilumpuhkan dengan tembakan di kaki. Motif pembunuhan karena pelaku ingin mendapatkan istri korban.

"Kami mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 warna merah hitam bernomor polisi BL 3926 ZT milik korban dan dua batang pohon yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban," sebut Budi.

Detik.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...