INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Kartu Indentitas yang Menjadi Saksi Bisu Bencana Tsunami Aceh

KantoMaya News, BANDA ACEH - Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh berhasil mengumpulkan 400 identitas warga Aceh yang menjadi korban gempa dan tsunami 13 tahun lalu. Identitas ini berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), SIM, kartu mahasiswa, hingga kartu ATM bank.

Kartu- kartu identitas ini terpajang rapi pada sebuah ruangan di museum mini identitas korban milik PMI Aceh. Karti identitas tersebut buram dan kusam, menunjukkan kondisi kartu yang ditemukan di tengah timbunan lumpur pekat.

“Semua kartu ini kami temukan di tubuh korban saat relawan PMI melakukan evakuasi. Saat evakuasi, relawan memang mengutamakan mencari identitas agar bisa mempublikasikan kepada warga terkait keberadaan anggota keluarga mereka saat itu,” kisah Poly, Pengurus PMI Aceh yang juga menjadi tim leader evakuasi PMI saat itu, Rabu (27/12/2017).

Poly menjelaskan, kartu-kartu ini menjadi bukti bahwa sang pemilik kartu memang sudah berpulang kepada sang pencipta saat musibah melanda.

Kartu identitas yang ditemukan berupa kartu tanda penduduk nasional/surat izin mengemudi (SIM) dan kartu atm dari sejumlah bank.

Relawan juga menemukan banyak KTP merah putih. KTP merah putih ini memang menjadi kartu identitas warga Aceh saat itu, di mana Aceh masih bergolak konflik.

“Sebagian besar memang KTP merah putih yang kami temukan. Setelah ditemukan, PMI mengumumkan nama-namanya di surat kabar, sekaligus juga mengumumkan di mana lokasi jenazah dimakamkan. Semua jenazah yang ditemukan PMI saat itu dimakamkan di makam masal Siron, Aceh Besar,” jelas Poly.

PMI Aceh, sambung Poly, mengevakuasi lebih dari 25.000 jenazah. Dari jumlah itu, hanya 400 jenazah yang masih menyisakan kartu identitas mereka.

Selain kartu identitas, mereka juga menemukan perhiasan emas sebanyak 1,8 kilogram. “Semua perhiasan sudah kita serahkan ke Baitul Mal,” tuturnya.

Kartu-kartu ini kini tersimpan rapi dalam sebuah museum sederhana milik PMI Aceh. Kartu tersebut bisa disaksikan warga yang ingin memastikan keberadaan anggota keluarga mereka yang hingga kini tak pernah ditemukan.

Kompas.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...