INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Bahan makanan mengandung lutein membuat otak awet muda

KantoMaya News -- Jika kale, bayam, telur, dan avokad bukan favorit Anda, kini sains memberikan alasan untuk mulai memasukkannya ke dalam menu sehari-hari.

Sebuah studi menunjukkan ada kandungan nutrisi di dalam keempat bahan makanan tersebut yang berpotensi memacu kerja otak, terutama bagi orang paruh baya dan yang lebih tua. Nutrisi yang dimaksud adalah lutein.

Pentingnya lutein--gizi, karotenoid atau pigmen organik dalam tumbuhan--belakangan ini kerap dikemukakan oleh peneliti dalam risetnya. Misal, betapa pentingnya peran lutein dalam mengurangi peradangan pada penderita penyakit jantung.

Nah, meski penting, sayangnya tubuh manusia tak bisa memproduksi lutein. Jadi, satu-satunya cara mendapatkannya adalah dengan mengonsumsi bahan makanan mengandung lutein.

Menurut riset gabungan University of Illinois di Urbana-Champaign dengan University of Georgia di AthensDari, keempat yang disebutkan di atas, kale adalah yang paling tinggi kandungan luteinnya.

Lutein terakumulasi di jaringan otak, tapi juga terakumulasi di mata. Riset sebelumnyatelah mengaitkan lutein dengan fungsi kognitif yang lebih tajam pada orang lanjut usia.

"Seiring bertambahnya usia, orang mengalami penurunan fungsi kognitif. Riset menunjukkan proses ini bahkan bisa mulai lebih awal. Anda bahkan bisa mulai melihat perbedaan di usia 30-an," jelas penulis riset Anne Walk dikutip Express.

Maka dari itu, studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in AgingNeuroscience ini menguji hipotesis konsumsi makanan berlutein bukan pada orang lanjut usia, melainkan pada orang paruh baya. Hasilnya, menurut kepala riset Dr. Naiman A. Khan, dari Department of Nutritional Sciences di University of Illinois ternyata kurang lebih sama.

Otak orang-orang paruh baya dengan tingkat lutein yang lebih tinggi tampaknya bekerja lebih baik, setara dengan otak orang-orang yang berusia lebih muda, berbeda dengan orag paruh baya lain yang tak banyak mengonsumsi makanan berlutein.

Riset ini termasuk kecil. Sampelnya 60 orang dewasa berusia 25 hingga 45 tahun. Kadar lutein diukur dari jaringan mata mereka.

Setelah itu, aktivitas saraf mereka dianalisis melalui elektroda, selagi mereka menyelesaikan dua tugas yang cukup menantang perhatian, dan dirancang untuk membebani sumber daya saraf.

Karena riset sebelumnya menemukan hubungan antara tingginya kadar lutein dan kinerja otak yang lebih tajam pada orang lanjut usia yang sudah mengalami penurunan kemampuan kognitif, maka mencari hubungan serupa dengan peserta usia paruh baya menjadi hal yang masuk akal. Hasilnya menunjukkan, hal yang sama juga berlaku.

"Tanda-tanda neuro-electrical pada pasien paruh baya dengan kadar lutein lebih tinggi kelihatan lebih menyerupai orang-orang yang lebih muda daripada orang seusia mereka dengan kadar lutein lebih rendah," jelas Walk, dilansir Science Daily.

Walk menambahkan, "Tampaknya lutein memiliki semacam peran pelindung, mengingat data menunjukkan bahwa orang yang kadar luteinnya lebih tinggi mampu melibatkan lebih banyak sumber daya kognitif untuk menyelesaikan tugas."

Memang benar, riset ini tidak menemukan hubungan yang konklusif, melainkan lebih pada petunjuk kuat bahwa ada hal bermanfaat yang terjadi. Faktor-faktor lain dapat dimasukkan untuk membantu menjelaskan riset ini.

Kekuatan penelitian ini adalah bahwa hal tersebut didasarkan pada temuan sebelumnya yang menunjuk lutein sebagai penguat otak. Sementara tambahan yang didapatkan adalah bahwa hasil riset menunjukkan lutein mungkin menawarkan keuntungan bagi khalayak lebih luas daripada yang telah terbukti sebelumnya.

Bukan hanya itu, sumber makanan yang mengandung banyak lutein--kale, bayam dan avokad--juga mengandung nutrisi lain yang tak kalah bagus untuk tubuh dan otak.

Jadi, tak ada salahnya jika mulai sekarang Anda mengonsumsinya sehari-hari. Usaha yang minimal, tapi manfaatnya bisa besar di kemudian hari.
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...