INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

PERINGATAN DINI UNTUK ACEH

PERINGATAN DINI UNTUK ACEH
KantoMaya News -- Dua titik api terdeteksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), masing-masing di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh hingga kemarin, Sabtu (10/06). Sebelumnya terdapat 46 titik api yang terdeteksi, namun terus berkurang karena diguyur hujan.

“Dua hari lalu Aceh terdapat titik panas yang jumlahnya mencapai 46 titik. Alhamdulillah dua hari setelah itu Allah kirimkan hujan, dan ini dapat dilihat dari peringatan BMKG,” ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang Aceh Besar, Zakaria, Minggu (11/06).

Disebutkan, dua titik api yang terdeteksi merupakan pantauan satelit Terra Aqua BMKG pada pukul 09:00 Utc atau pukul 16.00 WIB di wilayah Nagan Raya dengan tingkatan kepercayaan 71-80 persen. Aceh, kata dia sudah memasuki musim kemarau.

Di samping itu, BMKG turut mengeluarkan peringatan dini untuk Aceh. Yang mana Aceh masih berpotensi hujan dalam intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

“Dengan adanya hujan tersebut maka sejak tanggal 09 Juni 2017 pukul 07.00 WIB, titik panas tidak terdeteksi lagi oleh satelit Terra Aqua BMKG atau dengan kata lain terus berkurang sampai sekarang. Tapi perlu kami beritahukan bahwa Aceh secara umum sudah memasuki musim kemarau,” tambah Zakaria menjawab Waspada Online.

Untuk itu, sambungnya, BMKG Provinsi Aceh mengimbau karena ini sudah memasuki musim kemarau dengan suhu udara maximum di Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda tercatat 35.6 °c agar selalu menjaga dan hati-hati dengan api jangan membuang puntung rokok sembarangan.

Diingatkan, ketika membakar sampah harus selalu dijaga supaya api tidak menjalar ke bagian lain yang mudah terbakar bahkan dalam hal memasak supaya memastikan bahwa api kompor sudah mati setelah memasak selesai.

Tidak kalah penting juga jangan membuka lahan dengan cara membakar hutan, ini akan sangat berbahaya karena bisa terjadi polusi udara berupa kabut asap yang dapat membahayakan pernafasan, berkurangnya jarak pandang.

“Bahaya bencana kabut asap ini merupakan bahaya yang sangat berdampak, baik untuk aktifitas di darat, di laut bahkan sangat mengganggu terhadap penerbangan. Bisa juga terjadi kecelakaan lalu lintas bila jarak pandang yang sangat dekat,” tukas Zakari.

Waspada.co.id
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...