INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Panglima Minta Maaf Atas Insiden TNI AU Bentrok dengan Warga dan Lukai Wartawan

Panglima Minta Maaf Atas Insiden TNI AU Bentrok dengan Warga dan Lukai Wartawan
KantoMaya News, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf ke masyarakat dan para jurnalis atas insiden TNI AU di Medan, Sumut. Gatot menegaskan, pelaku kekerasan dari TNI akan diselidiki.

"Tentang kejadian di Medan saya sebagai panglima TNI saya mohon maaf atas perbuatan yang kurang menyenangkan dari prajurit saya, saya sudah membentuk tim investigasi," jelas Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Menurut Gatot nantinya tim investigasi yang akan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi. Saat ini tim investigasi sedang bekerja.

"Jadi bagi TNI tidak ada pelanggaran yang tidak dihukum pasti ada dihukumnya, tapi setiap hukuman harus berlandaskan hasil penyelidikan dan penyidikan," terang dia.

Gatot juga menjelaskan, insiden pada Selasa 16 Agustus lalu itu terkait lahan milik negara dalam hal ini TNI AU yang dikuasai warga.

"Jadi begini, IKN, ini adalah milik negara, jadi departemen keuangan, TNI lah yang mengelola itu. Nah TNI akan membangun rumah untuk prajurit, nah pada saat itu dicegah, nah prajurit merasa memiliki, masyarakat juga merasa memiliki, emosi sama-sama, inilah yang kita cek," urai dia.

"Secara hukum kan sudah punya kita, makanya dalam hal seperti ini adalah masing-masing punya persepsi. Jadi masyarakat silahkan mengajukan dengan proses hukum jadi nanti biar hukum yang nentukan. Kalau kami hanya sekedar menjaga saja, dan tempat itu akan dipakai sebagai tempat perumahan. Tapi apapun yang dilakukan dengan cara seperti itu pasti ada yang salah dan itu harus dihukum," tutup dia.

Detik.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...