INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Gempa di Italia tengah, separuh kota Amatrice hancur

Gempa di Italia tengah, separuh kota Amatrice hancur
KantoMaya News -- Gempa bumi berkekuatan 6,2 pada skala Richter menggoyang Italia bagian tengah pada Rabu subuh (24/8) pukul 3.36 waktu setempat. Dilansir pelbagai media massa internasional, guncangan sejauh ini menewaskan lebih dari 10 orang dan menghancurkan--seturut kata-kata wali kota Amatrice--"separuh kota.''

Kantor berita Reuters mewartakan bahwa gempa datang ketika kebanyakan warga masih terlelap. Hitungan pasti mengenai jumlah bangunan dan jalan yang hancur belum lagi dilansir. Namun, yang niscaya, masih banyak orang yang tertimbun reruntuhan bangunan.

"Setelah malam lewat, mulai terlihat bahwa kondisi di lapangan lebih buruk dari yang ditakutkan. Bangunan-bangunan roboh. Orang-orang terjebak dalam puing-puing. Tanda-tanda kehidupan tidak tampak," ujar Wali Kota Accumoli, Stefano Petrucci.

Laman BBC menulis bahwa gempa berlokasi sekitar 100 km sebelah timur laut ibu kota Italia, Roma, dengan kedalaman 10 km. Getaran akibat gempa menjalar hingga ke Roma dan mengayun sejumlah bangunan di daerah itu selama 20 detik.

Dalam periode tiga jam setelah gempa utama mengejutkan warga, lebih dari 39 gempa susulan tercatat. Regu penolong dan para sukarelawan dari seluruh Italia bergerak ke lokasi terdampak untuk mengangsurkan pertolongan.

"Masalah (kami) adalah memindahkan orang (-orang yang tertimbun) reruntuhan (bangunan)," kata Sergio Pirozzi, Wali Kota Amatrice, seraya menambahkan bahwa jumlah orang yang masih terjebak--atau mati terkubur---puing-puing bangunan "sangat sangat(banyak).''

Dibutuhkan alat-alat bantu yang tidak sedikit untuk menggali reruntuhan bangunan dan menyelamatkan warga yang masih terperangkap.

Seorang geolog bernama Gilberto Saccorotti mengatakan bahwa kawasan yang mengalami gempa "memiliki sejarah kegempaan yang sangat penting." Menemani informasi itu, ia pula menekankan ihwal sempitnya jalan-jalan yang "jika salah satunya rusak" maka akses "menuju ke sana akan menjadi sangat sulit."

Ahli gempa bumi, Andrea Tertulliani, mengatakan gempa susulan masih mungkin terjadi, meski intensitasnya bakal menurun. "Namun, tidak bisa diingkari bahwa gempa susulan berikutnya bisa berkekuatan sama dengan gempa utama," katanya dikutip BBC.

Badan Perlindungan Sipil Italia menggolongkan gempa tersebut sebagai gempa 'parah'.

Tanah Italia rebah di atas dua patahan. Hal demikian memungkinkannya sebagai salah satu negara yang aktivitas kegempaannya paling tinggi di Eropa.

Gempa bumi terakhir yang melanda negeri itu terjadi di kota L'Aquila pada 2009 dengan menewaskan lebih dari 300 orang.

Sementara, guncangan paling mematikan sejak permulaan abad ke-20 terekam pada 1908. Kala itu, gempa diikuti oleh tsunami dan menewaskan sekitar 80 ribu warga kawasan Reggio Calabria dan Sicily.

Beritagar.id
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...