INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Makna kepindahan Kante dari Leicester ke Chelsea

Makna kepindahan Kante dari Leicester ke Chelsea
KantoMaya News -- N'golo Kante (25) berpindah dari satu klub biru ke klub biru lainnya. Chelsea memboyong sang gelandang dari Leicester City dengan biaya GBP32 juta atau sekitar Rp548 miliar, Sabtu lalu (15/7/2016).

Manajer baru Chelsea Antonio Conte mengaku senang bisa mendapatkan pemain Prancis itu dan menyatakan Kante memang pemain bidikannya.

"Dia pemain bagus, punya teknik bagus, dan stamina cukup fantastis. Saya suka tipe pemain seperti dia," kata Conte dalam jumpa pers usai kalah 0-2 dari Rapid Wina dalam latih tanding perdana pramusim, Sabtu.

Manajer asal Italia itu jelas senang. Kante datang dari klub juara Leicester dan harganya relatif murah. Tapi Dave Kidd, redaktur olahraga The Mirror, dalam opininya (Senin 18/7) menulis perpindahan Kante ke Chelsea dengan harga GBP32 juta adalah peristiwa tragis dalam sepak bola.

Maksud Kidd, Chelsea seharusnya membayar lebih mahal karena mengambil pemain dari klub juara. Lantas Leicester juga semestinya tidak menjual Kante secara "murah," apalagi ke Chelsea yang pada musim lalu justru tampil bak tim medioker meski berstatus juara bertahan EPL.

Kidd lebih lanjut memberi contoh bagaimana Everton mampu menahan bek tengah John Stones yang diburu sejumlah klub elite, termasuk Chelsea sejak musim lalu. Everton baru mau melepas apabila ada klub yang rela membayar sedikitnya GBP40 juta.

Kabar terbaru mengatakan Stones akan bergabung dengan Manchester City dengan harga transfer GBP50 juta. The Daily Mail, kemarin (19/7), melaporkan pemain berusia 22 itu sudah berada di kota Manchester.

Di sisi lain manajer Leicester Claudio Ranieri menjelaskan Kante memang ingin pergi. Manajer senegara dengan Conte ini mengaku tak bisa menahan meski sudah siap memberinya kontrak baru.

Tapi apakah Leicester salah karena menjualnya ke Chelsea seperti disinyalir Kidd? Ternyata menurut laporan Goal.com, tidak mendadak begitu.

Sebagai seorang nominee Pemain Terbaik EPL musim lalu dan ikut menjuarai EPL, Kante tentu saja dibidik sejumlah klub elite Eropa. Sebut saja Juventus, Arsenal, Real Madrid, dan bahkan klub Shanghai Shenhua yang telah mengajukan tawaran GBP35 juta pekan lalu.

Kabar luas mengatakan harga jual Kante sebenarnya hanya GBP20 juta. Bagi Leicester ini peningkatan signifikan karena cuma membayar GBP5,6 juta untuk merekrutnya dari Caen pada musim panas 2015.

Juventus adalah klub pertama yang melakukan negosiasi. Tapi juara Serie A ini diduga menawar lebih murah dari GBP20 juta sehingga tak ada kata sepakat. Itu pula kemungkinan yang terjadi pada klub besar lainnya.

Lalu mengapa Chelsea rela mengeluarkan GBP12 juta lebih mahal untuk memboyong Kante ke Stamford Bridge? Jake Cohen, pengacara olahraga dari biro Mills & Reeve, dalam keterangan kepada Goal mengatakan bahwa harga jual Kante yang ditetapkan Leicester bukan angka otomatis.

"Bila harga otomatis, klub harus menerima siapapun yang mau membayarnya. Misalnya seperti kita lihat ketika Manchester City melepas Fabian Delph ke Aston Villa dengan harga GBP8 juta pada musim panas lalu," ujar Cohen.

Artinya, harga GBP20 juta itu hanya angka pembukaan dan tak boleh ditawar. Leicester bisa melepas dengan harga itu atau di atasnya, tapi tidak dengan angka di bawahnya.

Cohen mengatakan ini adalah harga sebuah "kesetiaan klub" terhadap pemainnya dalam rangka memberi apresiasi. Dalam hal ini antara Leicester dengan Kante.

Satu hal lain yang juga memengaruhi kepindahan Kante ke Chelsea adalah keinginan pribadi sang pemain. Pemain kelahiran Prancis ini menyampaikan itu lewat catatan di akun Twitter dan Instagram-nya.

"Ini klub besar yang baru saja merekrut pelatih hebat dan ingin meraih ambisi tinggi seperti saya. Rencana Chelsea dan pernyataan sang pelatih meyakinkan saya untuk bergabung dengan pengalaman ambisius ini," tulis Kante. 



Sulit ditaklukkan

Kante menjadi buruan terbaru berbagai klub elite Eropa sejak tampil mengilap pada musim lalu. Kidd mengatakan Kante adalah sosok berpengaruh di balik prestasi Leicester --selain playmaker Riyad Mahrez dan striker Jamie Vardy.

Kante disebut punya kecerdasan menempatkan diri (positional) dan keahlian umpan. Bahkan Kante digadang salah seorang pemain gelandang box to box terbaik pada era EPL.

Kualitasnya disebut setara gelandang masa lalu Patrick Vieira (Arsenal-Manchester City), dan Roy Keane (Manchester United). Kante juga disejajarkan dengan senior senegara yang pernah pula membela Chelsea, Claude Makelele, dalam urusan menahan gempuran serangan lawan pada kesempatan pertama.

Kepergian Kante dari Leicester diyakini bakal melemahkan Leicester. Tapi Ranieri tak sepakat karena Leicester pernah mengalami situasi serupa.

"Kami sudah berusaha menahan Kante, tapi dia memang ingin pindah. Baiklah, tak masalah. Musim lalu kami kehilangan (gelandang bertahan Esteban) Cambiasso dan sekarang ditinggal Kante," kata manajer berusia 64 ini dikutip Leicester Mercury.

Ranieri tetap positif. Yang jelas, kerugian Leicester adalah keuntungan Chelsea. Iain Macintosh dari ESPN mengatakan Chelsea bakal sulit ditaklukkan menyusul kehadiran Kante.

Kante menutup cukup banyak ruang. Tiga kategori statistik teknis di EPL musim lalu pun dikuasai Kante; tekel (175), adu tekel (125), dan interceptions (156). Atau menurut catatan Opta, tak ada pemain di liga utama Eropa dalam dua musim terakhir yang mampu melakukan 353 tekel seperti Kante.

Dengan atribusi seperti itu jelas Conte tertarik. Bahkan gaya bermain Kante mirip gaya Conte saat masih menjadi kapten Juventus; gelandang tanpa belas kasih dan tak berambisi mencetak gol dari jarak jauh --katakanlah, menurut Eurosport, dari jarak sekitar 27 meter.

Kehadiran Kante juga makin menegaskan kebiasaan Chelsea pada tipe pemain pivot lini tengah seperti dia. Setelah Makelele, Chelsea kemudian punya Michael Essien.

Tapi pada musim lalu, duet pivot Cesc Gabregas dan Nemanja Matic gagal berfungsi sesuai harapan. Dengan kehadiran Kante dan juga Conte yang ahli membangun tembok pertahanan, Fabregas bisa leluasa fokus pada penyerangan.

Chelsea pun kini punya banyak opsi di lini tengah.


Beritagar.id

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...