INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Tambah Kepemilkan Rp 3,1 T di Blok A Aceh, Medco Sedot Gas Pakai Teknologi Ini

Tambah Kepemilkan Rp 3,1 T di Blok A Aceh, Medco Sedot Gas Pakai Teknologi Ini
KantoMaya News, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menandatangani kontrak Engineering Procurement and Construction (EPC) senilai US$ 240 juta (Rp 3,1 triliun) dengan konsorsium JEC yang terdiri dari PT JGC Indonesia dan PT Encona Inti Industri untuk mengembangkan proyek gas Blok A di Aceh tahun ini.

Penyelesaian transaksi ini sendiri tinggal menunggu persetujuan dari Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh. Setelahnya, MedcoEnergi akan memiliki 58,3334% operating interest di blok tersebut.

Produksi gas ditargetkan bisa dimulai pada 2018 mendatang jika proses konstruksi berjalan lancar.

Untuk melaksanakan pengerjaan di Blok A ini sendiri, MedcoEnergi melihat teknologi terapan harus digunakan berdasarkan karakteristik dari daerah yang menjadi pengembangan proyek.

Khusus untuk Blok A yang berlokasi di Aceh, Medco menggunakan process clause yang bisa mengurangi kandungan H2S di wilayah proyek tersebut.

"Kalau yang di Blok A ini teknologi terapan yang sudah kita kerjakan sekarang ini adalah bagaimana kami m-reduce H2S, karena di beberapa lapangan kita yang ada di Blok A ini kandungan H2S-nya itu cukup tinggi. Sampai dengan kategori takaran berapa itu kategori-nya berbahaya jadi harus dibenahi (bagi manusia). Kalau misalnya dari facility sendiri, dia bisa merusak pipa-pipanya. Teknologi ini bisa mengurangi hal tersebut," kata Haryo Amiluhur, CPP Engineering dari PT Medco E&P Malaka di sela 40th IPA Convex, JCC Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016).

Kandungan Gas yang terdapat di wilayah sumur Blok A sekitar 1,2%, sementara konsentrasi gas yang dijual maksimal 20 ppm 1,2% setara dengan 12.000 ppm. Untuk itu konsentrasinya harus diturunkan dari 12.000 ppm ke 20 ppm, dan otomatis kandungan H2S harus diangkat dan dalam jumlah yang banyak, dan limbah yang dibuang langsung merupakan racun bagi manusia.

"H2S yang sudah diangkat nanti diolah menjadi sulfur elemental dengan kemurnian tinggi. Jadi kemudian sulfur yang kita dapatkan tadi kita ubah jadi padatan kemudian nanti bisa kita kirimkan ke industri, biasanya untuk pupuk chemical.

Gas pertama dari Blok A baru akan dialirkan pada kuartal pertama 2018. Sesuai Perjanjian Jual Beli Gas yang ditandatangani pada Januari 2015 dengan Pertamina, MedcoEnergi akan mengirimkan sebanyak 58 Billion British Thermal Units (BTU) per hari, 198 trillion BTU selama 13 tahun. Dan dengan total investasi lebih dari US$ 900 juta, proyek gas Blok A akan mempekerjakan lebih dari 3000 orang selama masa konstruksi.

Detik.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...