INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

RTIK : Kisah Mereka Yang Terlupakan




RTIK : Kisah Mereka Yang Terlupakan
Krueng Seukeuk - Hujan deras disertai petir yang menyambar dahsyat menyebabkan pengajian harus dihentikan. “Saat air bah datang, sebagian santri sedang tidur, sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Kitab dan pakaian ludes bersama bangunan dayah disapu air bah. Kami berlarian menyelamatkan diri ke jalan aspal,” kisah Tgk Ibrahim (salah satu staff pengajar).

RTIK : Kisah Mereka Yang Terlupakan
Tgk Suryadi menceritakan kronologi kejadian kepada Ketua Relawan TIK Pidie.
Banjir bandang tanggal 30 November 2015 di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie membuat Pesantren Zawiyah Darul Asrar di Desa Krueng Seukuek rusak parah. Ratusan santri di pesantren tersebut kehilangan tempat tinggal dan tidak dapat melakukan aktifitas belajarnya.


Menurut pimpinan pesantren Abu Salman, banjir bandang mengakibatkan sejumlah infrastruktur hancur meliputi, musalla, bilik santri, laboratorium dan dapur umum. Banjir juga menghanyutkan empat sepeda motor milik ustad yang mengajar di pesantren tersebut. Hanya tersisa beberapa bangunan saja seperti kubah mesjid dan dua ruang belajar. Saat itu sejumlah santri Dayah diungsikan sementara ke rumah warga di sekitar.

RTIK : Kisah Mereka Yang Terlupakan

Bantuan Relawan dan Ormas
Pasca banjir, beberapa ormas seperti Relawan KNPI, Pemuda Pancasila, PIPA, Club BMC, Club HBMS, Club VSC, Club RC, Club PPMC dan Club Mac melakukan pengalangan dana untuk para korban.

"Hasil sumbangan tersebut sudah kami belanjakan sembako (indomie, beras, minyak makan dan telur) untuk disumbangkan ke Desa Ulee Gunong dan Dayah Zawiyah Darul Asrar di Desa Krung Sekeuk (6/12/2015)." ujar Munandar atau lebih akrap disapa oleh rekan-rekanya dengan sebutan Petir.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada relawan bikers pidie yang sudah mau berpartipasi menggalang dana serta kepada masyarakat Pidie yang mau membantu memberikan sumbangan. Hanya Allah yang dapat membalas kebaikan saudara semuanya." tutur Tgk Salman pimpinan Dayah Zawiyah Darul Asrar.

Tinjauan Pemimpin Daerah Pasca Banjir.Dayah Zawiyah Darul Asrar pernah ditinjau langsung oleh Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah pada tanggal 22 Desember 2015. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Dinas Bina Marga, Ir. Rizal Aswandi, Dipl, SE, Kepala Dinas Pengairan Ir. Syamsurizal, Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs. Al Hudri, MM , Kepala BPBA, Drs. Said Rasul, Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan, SE dan sejumlah SKPA lainya.

“Apa yang kita lihat tadi di Dayah Zawiyah sangat menyedihkan, hampir seluruh bangunan hanyut karena banjir bandang, banyak siswa dan santri yang harus mengungsi. Kita akan melakukan relokasi pesantren tersebut ketempat yang lebih aman.” imbuh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Bantu Mereka dengan Kekuatan AndaPasca Banjir bandang, Dayah Zawiyah Darul Asrar kembali bangkit dengan kemampuan seadanya. Mengandalkan bantuan dari warga setempat serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut, dayah ini berusaha membangun kembali sarana belajar yang sudah hancur. Tidak banyak memang yang mereka dapatkan, namun paling tidak mereka sedang berusaha sekuat tenaga secara mandiri sambil menunggu uluran tangan para dermawan lainnya.

RTIK : Kisah Mereka Yang Terlupakan
Menunggu bantuan para dermawan
Para dermawan itu mungkin saja anda yang sedang membaca berita ini, atau bisa jadi kawan Anda, kolega bisnis Anda atau siapa saja yang Anda kenal. Mari kita bergerak bersama untuk para santri cilik dibawah ini. 
RTIK : Kisah Mereka Yang Terlupakan

Tidak harus menunggu atau berharap pada pemerintah 100%, karena kami yakin Anda adalah salah satu pejuang untuk malaikat kecil tersebut.

RTIK : Kisah Mereka Yang Terlupakan

Langsung saja hubungi homor handphone Dayah Zawiyah Darul Asrar untuk menyalurkan bantuan anda.

"+6285226008942"

Apabila tidak mampu dengan dana, sisihkan 5 detik waktu Anda untuk berbagi cerita ini. Bagikan ke seluruh penjuru negeri agar gaung-nya sampai ke mata "mereka yang punya kewajiban".

"Sisihkan sedikit yang Anda miliki karena itu akan sangat berarti bagi mereka"

RTIK : Kisah Mereka Yang Terlupakan

www.rtikpidie.or.id



Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...