INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

Museum Kerajaan Pasai Senilai Rp7 Miliar Beroperasi Bulan Juli

Museum Kerajaan Pasai Senilai Rp7 Miliar Beroperasi Bulan Juli
KantoMaya News, LHOKSUKON – Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Aceh Utara, Ir. Nurliana, mengatakan museum untuk menyimpan benda-benda peninggalan masa kerajaan Pasai yang telah menghabiskan anggaran kurang lebih senilai Rp7 miliar akan segera beroperasi bulan Juli mendatang.

Hal ini dikatakannya saat menjawab Waspada Online, Rabu (17/2), terkait museum tersebut yang belum sama sekali difungsikan, dan masih dalam proses pengerjaan. Museum ini terletak di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, dan tidak jauh dengan kompleks Makam Sultan Malikussaleh.

“Museum yang akan menyimpan benda peninggalan kerajaan Pasai sekarang ini dibangun taman membuat desain interior untuk memperindah bagian dalam museum. Museum yang telah menghabiskan anggaran kurang lebih tujuh milyar ini akan difungsikan pada bulan Juli mendatang,” ujar Nurliana.

Dikatakannya, museum ini nantinya akan dibuka untuk pengunjung yang ingin menyaksikan benda-benda peninggalan masa kerajaan pasai dulu. Sedangkan benda-benda tersebut didapat dengan cara dibeli dan hasil sumbangan dari orang-orang.

“Kita bersyukur ada orang baik hati yang menyerahkan beberapa benda sejarah Aceh untuk di museumkan. Benda-benda sejarah juga sudah kita miliki sebagian seperti uang dirham, rencong, dan sejumlah benda sejarah lainnya,” sebutnya.

Selain museum, Aceh Utara juga membangun sebuah monument Islam Samudera Pasai yang dibangun tak jauh dari lokasi museum. Pun tahap menurut Nurliana, tahun ini akan memasuki tahap kontruksi dengan dana APBN sekitar Rp 5 milyar dan sudah memasuki tahap pemeliharaan sebelum diserah terimakan.

Sedangkan paket kontruksi tersebut kini masih dalam proses. Monument itu dibangun dengan anggaran dana pendapatan dan belanja Negara (APBN) senilai Rp 53 Milyar. Nurliana berharap, dengan adanya monumen dan museum tersebut pihaknya ingin mengajak semua pihak untuk terus mengingatkan sejarah kejayaan Aceh pada masa abad ke 13 kepada generasi-generasi muda yang akan datang. “Dan kita juga mengharapkan agar nantinya dengan adanya museum dan monumen tersebut maka dapat mampu menghasilkan PAD,” harap Nurliana.

Waspada.co.id
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...