INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

13 Kecamatan di Pidie Diterjang Banjir

KantoMaya News, BANDA ACEH -- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pidie dalam dua hari terakhir ini mengakibatan 13 kecamatan di kabupaten tersebut mengalami banjir luapan sungai. Ruas jalan amblas, longsor, dan sejumlah rumah mengalami kerusakan.

Informasi yang dihimpun acehkita.com, banjir mengepung Kecamatan Keumala, Sakti, Pidie, Kota Sigli, Mila, Delima, Indrajaya –ini akibat luapan sungai Krueng Baro. Sedangkan luapan Krueng Tiro menyebabkan banjir di Kecamatan Mutiara Timur, Tiro, dan Keumbang Tanjong. Banjir juga melanda Kecamatan Geumpang, Tangse, dan Mane.

Di Tangse, kawasan terparah dilanda banjir yaitu Desa Kebun Nilam dan Beungga. Di sini sedikitnya 2,5 hektar lahan pertanian milik masyarakat tergenang banjir luapan.

Genangan air juga terjadi di Desa Jojo (Kecamatan Mutiara Timur), Gampong Aree (Delima), Desa Ugadeng (Keumala). Di Ugadeng, badan jalan selebar dua meter dengan panjang 65 meter ambrol ke dasar sungai (Krueng Baro). Akibatnya, kendaraan sempat tidak bisa lewat. Baru pagi tadi, jalan yang menghubungkan Keumala dan Tangse bisa dilalui.

Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tangse tertimbun longsor, seperti di Mampree, Geunie, Blang Malo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pidie telah mengerahkan petugas –yang dibantu masyarakat– untuk membersihkan badan jalan dari timbunan longsor.

Kepala BPBD Pidie Apriadi menyebutkan, alat berat dikerahkan untuk membersihkan jalan dan memperbaiki jalan yang amblas ke sungai.

“Ini alat berat sudah turun dari Tangse sampai ke Keumala,” kata Apriadi, Senin (30/11/2015).

Sejumlah desa di Kecamatan Mutiara Timur digenangi banjir. BPBD mendirikan tenda pengungsian di Kota Mini. “Kalau perlu di sana akan kita buka dapur umum,” lanjut Apriadi.

Di Tangse, banjir juga menyebabkan arus pengungsian. Sejumlah warga dari desa Kebun Nilam dan Beungga –serta Lhok Keutapan– ikut mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Semalam banyak warga yang mengungsi di Ulee Gunong,” kata Muslem, warga Keumala yang terjebak di Tangse.

Tiga rumah milik warga Tangse mengalami kerusakan karena longsor dan hanyut akibat banjir, yaitu milik Azizah (Kebun Nilam), Nyak Puteh (Blang Bungong), dan Eefendi (Beungga). Semalam acehkita.com juga melaporkan dapur rumah milik Abu Bakar di Beungga dibawa air.

Sumber : acehkita.com

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...