INTERNASIONAL

[internasional][bleft]

NASIONAL

[nasional][bleft]

ACEH

[aceh][bleft]

TEKNOLOGI

[teknologi][threecolumns]

EKONOMI

[ekonomi][bleft]

SPORT

[sport][threecolumns]

[Foto] Menikmati pesona alam di Puncak Geureute Aceh


[Foto] Menikmati pesona alam di Puncak Geureute Aceh

KantoMaya News - Terletak di sebelah selatan kota Banda Aceh terdapat sebuah bukit menyuguhkan pemandangan landscape yang mempesona. PemAndangan ini bak lukisan alam yang terbentang luas dipandang dari atas bukit.

Lokasi itu biasa disebut dengan Peuniyoh Puncak Geureute (Tempat Singgah Puncak Geureute). Lokasinya berada di lintasan jalur darat Barat Selatan ini biasa dijadikan tempat melepaskan penat setelah menempuh perjalanan, baik dari Barat Selatan maupun dari Banda Aceh.

Secara administrasi Geureute masuk dalam wilayah Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya jarak dari Banda Aceh 75 Km dan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar. Dari Banda Aceh membutuhkan 1,5 jam perjalanan darat untuk mencapai ke puncak tersebut.
[Foto] Menikmati pesona alam di Puncak Geureute Aceh

Selama dalam perjalanan menuju puncak Geureteu sepanjang 70 Km memiliki jalan aspal yang lebar. Jalan tersebut saat Aceh dilanda tsunami 26 Desember 2004 lalu hancur berantakan. Namun setelah dibangun kembali oleh Amerika Serikat, jalan tersebut lebar mencapai 22 meter.

Sebelum memasuki puncak Geureute pengunjung diminta untuk berhati-hati saat melajukan kendaraannya. Karena di daerah Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar sepanjang 5 Km terdapat ternak berkeliaran di jalan raya.

Sebelum memasuki puncak Geureute yang harus melewati jalan yang sempit dan berliku-liku. Ada satu tempat singgah untuk beristirahat yang diberi nama Geureute Park. Di sini terdapat fasilitas istirahat, salat dan juga ada sebuah sungai bisa dijadikan tempat membersihkan diri setelah menempuh perjalanan panjang.

Baru kemudian pengendara harus super hati-hati saat memasuki jalur sempit, berliku-liku dan tanjakan. Bila dari Banda Aceh sebelah kiri terdapat bukit karang dan kanan ada jurang sekitar 30 meter kedalaman dan ada laut di bawahnya.

[Foto] Menikmati pesona alam di Puncak Geureute Aceh

Selain tanjakan, jalan yang berliku-liku dan jalur sepit banyak terjadi kecelakaan dijalur tersebut. Bahkan ada kendaraan baik mobil pribadi maupun mobil penumpang jatuh ke jurang dan banyak memakan korban jiwa.

Setelah melintasi jalur sempit dan tanjakan ini sejauh 5 Km dan tepat berada di puncak. Anda akan disuguhkan pemAndangan yang menakjubkan saat melihat ke kiri.

Ada hamparan pasir putih bak permadani terbentang luas di jagat raya yang ditumbuhi oleh pohon pinus yang rapi. Lalu terdapat dua pulau yang memiliki pohon yang lebat dan rindang.

Pemandangan tersebut dijamin akan membuat Anda bisa melepaskan penat dan lelah selama dalam perjalanan bisa terobati. Pasir putih, pepohonan yang masih hijau semakin membuat mata Anda takjub.

Sepanjang 1 km di puncak Geureute itu ada pondok-pondok yang terbuat dari kayu berjejer rapi di pinggir bukit. Pondok-pondok itukah kemudian dijadikan tempat beristirahat sembari memandang lepas ke arah panorama alam di Geureute.



[Foto] Menikmati pesona alam di Puncak Geureute Aceh

Sembari menikmati air kepala muda, mie goreng dan sejumlah makanan lainnya. Dijamin Anda akan mendapatkan nuansa baru dan akan semakin memantik untuk melanjutkan perjalanan menuju Barat Selatan. Tentunya Anda yang belum pergi, disarankan untuk bisa segera datang dan nikmati sungguhan panorama alam sungguhan Tuhan sementara alam.

Harga makanan pun relatif terjangkau. Air kepala muda hanya dibanderol Rp 10.000 per buah. Sedangkan mie goreng hanya Rp 8000 dan ada juga sejumlah makanan lainnya yang tidak membuat kantong Anda jebol.

"Musim libur memang banyak dikunjungi pengunjung, selain ada khusus datang kemari, kebanyakan orang singgah baik mau pulang ke Barat Selatan maupun ke Banda Aceh," kata Ibrahim (40) salah seorang penjual makanan di Geureute beberapa waktu lalu.

Sumber : Merdeka.com
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :


Loading...